Jumat, 05 Juli 2013

Syech Kramat

Nama aslinya Syech Kramat adalah Syarif Durahman Widatollah. Dia adalah seorang raja putra Syech Batu Liman Guwa Jati Cirebon. Beliau Menjual jabatannya dengan harga 6 dinar untuk bekal ia mengembara mencari ilmu. Malaikat Izroil menyamar menjadi 6 orang dan memberikan 6 ilmu kepada Syech Kramat. Masing-masing ilmu yang diberikan dihargai 1 dinar. Ilmunya adalah :
-                      Sabar, nrima, jembar, tawakal, sadar, jangansembrono
-                      Yen anadersi den ulapana
-                       Yen anarahasiaajadibuka
-                      Yen anarejekisatitikajaditampik
-                      Yen duwebojoayu, ojokembulituru
-                      Yen arip aja turu, yen ngelih aja mangan
Setelah mendapatkan ilmu, dia pulang ke Baghdad dan dia bekerja sebagai jongos di kerajaan. Sang Raja berguru kepadanya. Pada suatu saat, raja pergi meninggalkan kerajaanya. Syech Kramat melihat perselingkuhan antara Patih dengan Permaisuri Raja. Patih sangat ketakutan jika perbuataannya dilaporkan ke Rajanya setelah pulang dari bepergian. Sang Patih kemudian memfitnah Syech Kramat. Raja sangat marah, lalu membuat surat ditujukan kepada juru Panigas. Isinya menerangkan bahwa yang membawa surat tersebut telah berdosa besar dan patut dipenggal kepalanya. Surat tersebut dibawa Syech Kramat untuk diswampaikan ke Juru panigas yang tak lain adalah ayah kandung Sang Patih. Sang patih khawatir, ditengah perjalanan ia menganbil surat tersebut dari Syech Kramat dan diserahkanlah kepada Sang Panigas. Setelah Sang Panigas Membaca isi surat itu kemudian menyuruh sang Patih melihat Syech Kramat yang sedang mengucapkan Takbir. Pada saat itu pula kepala sang Patihg dipenggal.
            Sang Raja menikahkan Syech Kramat dengan Ratu Laut Kidul. Dari pernikahan itu Ratu Laut Kidul mengandung janin tapi tidak berhubungan intim dengan Syech Kramat. Setelah anaknya lahir diberi nama “THOLA BUDIN” yang berarti anak batin. Syech Kramat kembali ke Baghdad dan meminta ijin untuk berlayar. Raden Ayu Loro Amis ikut berlayar ke Surabaya untuk membeli daun sirih. Saat kembali dia hamil tapi tidak berhubungan intin dengan Syech Kramat. Ketika bayinya lahir diberi nama “NATAS ANGIN” artinya anak angin. Syech Kramat pergi mengembara kembali untuk mencari ilmu lagi. Setelah mendapat ilmu lalu Beliau menetap di suatu Desa dan disana ia menyebarkan agama islam sampai ia wafat.

1 komentar:

  1. Yen arip aja turu, yen ngelih aja mangan

    pantes, anak2 skrng pada ngelakuin, "kalo ngantuk update d path, kalo lapar, curhat di medsos"

    BalasHapus