Jumat, 25 Februari 2011

PANTAI BRECONG KEBUMEN



Pantai Brecong terletak sekitar 10 km arah selatan kota Kebumen. Dari pusat kecamatan Bulsupesantren, jaraknya sekitar 4 km, ke arah timur berbelok keselatan. Menurut warga sekitar di tempat ini ada sebuah benda cagar budaya petilasan Joko Sangkrib terletak tidak sampai 200 meter dari bibir pantai. Legenda Joko Sangkrib merupakan salah satu potongan kisah dari sejarah Kabupaten Kebumen. Dialah yang kelak di kemudian hari nyekel panguwoso (menjabat) Bupati Kebumen pertama berjuluk Adipati Aruing Binang I.
Tak jauh dari petilasan tersebut, terdapat bekas pendopo sang bupati. Meski bersisa puing-puing, masyarakat desa setempat masih sangat menghormatinya. Tak sampai sepelemparan batu dari tempat itu, sebuah bekas rumah, yang konon rumah tinggalan warga negara Belanda berada di tempat itu. Tokoh setempat mengungkapkan, meneer yang tinggal di tempat itu konon ngalap berkah,Konon disini ada harta karun. Bagi siapa saja yang kuat laku perihatin ia bisa mendapatkannya.

Pertapaan Joko Sangkrib
Menurut warga Kabupaten Kebumen, Joko Sangkrib pernah menjadikan tempat itu sebagai pertapaan saat melakoni perjalanan spiritualnya. Kelak kemudian hari, Joko Sangkrib dikenal dengan nama Aruing binang Bupati Kebumen I. Dua buah petilasan berupa makam dan bekas tempat pertapaan ada di tempat itu. Makam itu adalah makam Mbah Bondoyudo dan Nyai Bondoyudo, leluhur Joko Sangkrib.
Sebuah pohon waru yang diyakini berusia ratusan tahun berdiri di sisi kedua makam. Alkisah, Joko Sangkrib bertapa di dekat makam Mbah Bondoyudo, nglakoni tapa pendhem (bertapa di dalam tanah). Laku perihatin itu dilakoni selama 40 hari 40 malam. Pohon waru  merupakan penanda apakah Joko Sangkrib berhasil atau tidak menjalani laku prihatinnya. Tepat pada hari ke-40, pohon waru ternyata tidak mati dan Joko Sangkrib juga masih hidup. Sampai saat ini, pohon waru itu masih ada.
Singkat cerita, setelah selesai bertapa, Joko Sangkrib sempat tinggal di Desa Brecong, sebelum melanjutkan perjalanannya ke arah timur. Di Desa Brecong, Joko Sangkrib menjadi penolong warga dari malapetaka. Pada akhir cerita, Joko Sangkrib mendapat 'kamukten', menjadi Adipati Aruing binang.
Mitos
Area petilasan petilasan Joko Sangkrib berada pada kawasan pantai yang menjadi pusat latihan TNI AD. Di kawasan pantai sepanjang 23 km, membujur dari Kecamatan Mirit, Ambal, Buluspesantren dan Klirong, TNI biasa berlatih menembak.
sekitar tahun 2000 kemarin, salah satu pesawat latihan TNI AD yang jatuh, tak jauh dari petilasan Joko Sangkrib. Hal ini biasanya terjadi pada malam hari  dari penuturan tentara yang selamat, saat terbang di atas petilasan, mereka melihat pesanggrahan Joko Sangkrib sangat terang dan dipenuhi banyak orang. "Seperti pasar ada pasar di bawah, sehingga pilot kesulitan saat hendak mendarat, hilang kendali, pesawat jatuh kemudian terbakar,”.
Sejak saat itu, warga menyarankan anggota TNI AD tidak berlatih pada malam hari. Meski, saat itu, masih ada sebagian anggota TNI yang masih belum percaya. "Masih ada saja yang memaksa berlatih malam hari. Baru setelah lampu pesawat tidak mau menyala dan komandan baru memberikan perintah untuk tidak berlatih dimalam hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar