Kamis, 25 Juli 2013

LAGENDA CANDI BOROBUDUR



            Kisahnya berlatar belakang kehidupan masyarakat di Bukit Menoreh yang damai penuh kerukunan, hingga datanglah Gunadharma yang santun dan bijak. Kehidupan di Bukit Menoreh menjadi berbeda dengan munculnya sinar keemasan yang dibayangi gambaran Budha yang sedang duduk bersemadi.
            Gunadharma kemudian berangkat menuju kerajaan untuk menghadap raja. Di perjalanan, tanpa sengaja mereka melewati taman yang di dalamnya sedang duduk Dewi Pramudya Wardhani dari Dinasti Syailendra. Tanpa sengaja beradu pandang, keduanya lantas jatuh cinta. Raja Syailendra yang hadir di tengah suasana romantis tersebut, kemudian mendengarkan kisah Gunadharma tentang Bukit Menoreh yang akan menjadi salah satu tempat bersejarah dan lambang keemasan kerajaan. Atas perintah raja, Gunadharma ditugasi untuk memimpin pembuatan Candi Borobudur di atas pundhen berundak.

            Dari sinilah kisah pembuatan Candi Borobudur dimulai. Di bawah bantuan seluruh Kadipaten di bawah kerajaan Dinasti Syailendra, proses pembangunan candi dilakukan. Pembangunan tidak berjalan dengan mulus, karena adanya gangguan dari makhluk halus. Raja Syailendra dan Gunadharma kemudian bersemadi dan memberikan sesaji untuk mengusir roh-roh jahat.
            Bersamaan dengan selesainya mahakarya ini, Gunadharma secara tiba-tiba luluh dan menjadi satu dengan Candi Borobudur. Ia kemudian bersemayam di Bukit Menoreh untuk menjaga Borobudur. Kehadirannya juga menjadi inspirasi tentang hidup dan kehidupan masyarakat. Kini Candi Borobudur menjadi salah satu kekayaan bangsa yang tak ternilai. Warisan dari zaman keemasan Syailendra ini menjadi objek wisata utama dan menjadi salah satu tempat ritual paling suci bagi umat Budha di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar