Selasa, 03 September 2013

ASAL USUL TEMBAKAU



            Tembakau merupakan ciri khas dari kabupaten Temanggung. Sebagian besar penduduk Temanggung sebagai petani tembakau, terutama di lereng gunung Sumbing dan gunung Sindoro. Pendapatan terbesar kabupaten Temanggung dari hasil tembakau ini.
            Konon menurut ceritanya, asal usul tembakau ini diperkenalkan pertama kali di Temanggung dari salah seorang Kyai, yang bernama Kyai Jugil Ararawar. Namun, menurut dari narasumber Tembakau sendiri berasal dari suku Batak.. Nama Kyai Jugil Ararawar ini berasal dari kata jugil yang berarti Linggis, dan kata Ararawar yang berarti mengkaburkan penglihatan orang. Jadi arti nama Kyai Jugil Ararawar adalah orang yang pandai mengkaburkan penglihatan orang dan  orang memiliki senjata berupa linggis.
            Pada jaman dahulu masyarakat lereng gunung sumbing memiliki kebiasaan madat atau ketergantungan dengan semacam ganja. Untuk menghilangkan kebiasaan ini, Kyai Jugil Ararawar menggunakan keahliannya di bidang pertanian untuk memperkenalkan penanaman tanaman tembakau. Cara ini berhasil hingga sampai saat ini  tembakau menjadi ciri khas kabupaten Temanggung.

Senin, 02 September 2013

MISTERI POHON WALITIS DI HUTAN RASAMALA


   
Pohon walitis di kawasan huitan Rasamala merupakan pohon terbesar di lereng Sumbing dan Sindoro. Hutan ini terletak di Desa Jetis, Kecamatan Selopampang, Tinggi pohon mencapai 30 meter, dengan lingkar batang 7,5 meter. Untuk memeluk batangnya saja diperlukan enam orang dewasa yang saling tautan sambil merentangkan kedua tangannya.
            Menurut masyarakat sekitar, pohon ini berasal dari tongkat salah seorang pengikut wali, yaitu Ki Ageng Makukuhan yang ditancapkan di tanah. Kawasan Walitis memiliki pemandangan alam yang indah dan udara pegunungan yang segar dan alami.
Di Kawasan ini juga tumbuh rumpun tumbuhan bernama Rasamala. Karena itulah, kawasan tersebut dikenal sebagai hutan Rasamala. Keistimewaan tanaman dan hutan ini adalah tidak mempan oleh api.

Minggu, 01 September 2013

Monumen Meteorit


Jatuhnya meteor di ladang penduduk desa Wonotirto kecamatan Bulu, tanggal 11 Pebruari 2001 dibarengi suara gemuruh dan ledakan dahsyat, merupakan peristiwa alam yang langka dan menarik untuk diteliti. Untuk itu Sekolah Tinggi Sains dan Teknologi AKPRIN

Sabtu, 31 Agustus 2013

PRASASTI GONDOSULI



Reruntuhan candi yang dibangun pada jaman Sriwijaya masih bisa menjadi saksi bisu kebudayaan masa lampau karena masih ada batu prasasti yang kini dilindungi sebagai Cagar Budaya. Peninggalan sejarah yang dapat dijadikan obyek penelitian bagi perkembangan sejarah dan kebudayaan. Bebatuan candi memang tidak utuh lagi berdiri sebagai candi, namun keberadaan Candi Gondosuli tetap menambah potensi obyek wisata budaya. Lebih-lebih di kawasan ini terdapat sebuah prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Gondosuli. Isi prasasti itu adalah sebuah legitimasi kejayaan Rakarayan Patapan Pu Palar pada masa pemerintahan Rakai Garung Raja Mataram dinasti Sanjaya. Prasasti ini terletak di Desa Gondosuli Kecamatan Bulu berjarak 7 km arah Barat dari kota Temanggung.

Jumat, 30 Agustus 2013

SEJARAH KALI KEROK




            Kali kerok berada di sebelah barat daya daerah desa precet. Dahulu kala di desa ini hidup seorang sultan. Sultan tersebut memiliki seokar kuda yang digunakannya sebagai alat transportasi sehari-hari. Kuda yang dimiliki oleh sultan ini berjenis kuda sembrani, kuda yang sangat hebat.

            Setiap seminggu sekali tepatnya pada hari selasa kliwon, sang sultan memandikan kuda ini di suatu sungai. Hal ini sudah dilakukannya selam kurang lebih tiga tahun. Suatu saat pada hari selasa kliwon, sang pangeran memandikan kudanya, semua kotoran-kotoran yang menempel pada tubuh kuda semua yang berasal dari alam sekitar  di bersihkan termasuk kotoran yang berasal dari tubuh kuda tersebut sendiri.

CANDI DWARAWATI


Candi Dwarawati terletak paling timur di antara candi-candi di dataran tinggi Dieng, didirikan di bukit Perahu. Di lokasi ini dahulu ada dua buah candi yaitu candi Dwarawati dan Parikesit, ketika ditemukan keduanya telah runtuh berserakan, dan diperbaiki pada tahun 1955 dan candi Dwarawati direstorasi pada tahun 1980, telah banyak dikunjungi wisatawan.

Kamis, 29 Agustus 2013

CANDI PRINGAPUS





Candi Pringapus adalah candi di desa Pringapus, Ngadirejo, Temanggung 22 Km arah barat laut ibu kota kabupaten Temanggung. Arca-arca berartistik Hindu yang erat kaitanya dengan Dewa Siwa menandakan bahwa Candi Pringapus bersifat Hindu Sekte Siwaistis. Candi tersebut dibangun pada tahun tahun 772 C atau 850 Masehi menurut prasasti yang ditemukan di sekitar candi ketika diadakan restorasi pada tahun 1932. Candi ini merupakan Replika Mahameru, nama sebuah gunung tempat tinggal para dewata. Hal ini terbukti dengan adanya adanya hiasan Antefiq dan Relief Hapsara-hapsari yang menggambarkan makhluk setengah dewa. Candi Pringapus bersifat Hindu Sekte Siwaistis. Hal ini terlihat dari adanya arca-arca bersifat Hindu yang erat kaitannya dengan Dewa Siwa.