Selasa, 02 Juli 2013

Legenda Ratu Pantai Utara Pulau Jawa – Pekalongan



Objek wisata SLAMARAN INDAH merupakan Daerah pesisir yang boleh memberikan rasa sejuk dan nyaman. Dengan legenda DEWI LANJAR sebagai RATU PANTAI UTARA Pekalongan, konon mempunyai paras yang cantik jelita tiada bandingan.
erletak disebelah timur Pantai Pasir Kencana dibatasi oleh muara Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan.
Dewi Lanjar sampai sekarang masih merupakan legenda yang hidup didalam masyarakat dan masih berpengaruh dalam jiwa masyarakat terutama di Pekalongan. Dalam segala peristiwa sering kali dihubungkan dengan Dewi Lanjar, apabila ada anak yang sedang bermain-main dipantai hilang tentu mereka berpendapat bahwa si anak itu dibawa Dewi Lanjar. Dan bilamana dapat diketemukan kembali tentulah si anak menyatakan dirinya tersesat disuatu daerah atau suatu kraton yang penghuni-penghuninya juga seperti kita-kita ini. Mereka mempunyai kegiatan membatik, berdagang,

Asal usul daerah Pekalongan



Menurut cerita di desa Kekasi ada seorang yang sakti yang bernama Ki Ageng Cempaluk, dia mempunyai anak yang tampan dan gagah berani bernama Raden Bahu. Setelah anaknya dewasa dia menyuruhnya untuk mengabdikan dirinya ke Raja Mataram. Raden Bahu pun akhirnya berangkat ke Mataram. Raja mataram tidak langsung menerima Raden Bahu untuk dijadikan Punggowo. Raden Bahu disuruh membuat bendungan di kali Soka. Raden Bahu berhasil membuat bendungan tersebut.
            Raja Mataram sudah percaya kalau Raden Bahu bisa dijadikan Punggowo dan ternyata anak dari temannya sendiri yaitu Ki Ageng Cempaluk. Raden Bahu pun diutus menjemput putri Rantamsari yang akan

Legenda Rawa Putih

Menuurut cerita di deasa Pawedan wilayah Buaran Kabupaten Pekalongan. Dahulu kala ada seorang petapa yang sakti bernama Embah Kromongso. Kihidupannya pun damai dantrentambersama keluarganya. Embah Kromongso sebagai sesepuh di desa tersebut.
      Pada suatu hari keponakan Embah Kromongso datang di desa Embah Kromongso. Kedatangannya tidak di ketahui oleh Embah Kromongso, keponakannya masih muda tetapi ilmunycukup lumanyan hebat. Pemuda tersebut mengajarkan ilmunya kepada warga. Ketika Embah Kromongso pulang dari petapaannya dia terkecut warganya sedang sibuk untuk mempersiapkan slametan untuk disajikan kepada keponakaannya.

Banyu Ageng di daerah Pekalongan


Konon ceritanya ada seseorang yang sakitnya tidak bisa disembuhkan dengan apapun. Ketika malam seseorang itu bermimpi disuruh untuk pergi ke sebelah barat selatan Pekalongan. Karena dia merasa mimpinya merupakan wahyu, maka orang tersebut pergi ketempat itu. Setelah sampai di tempat itu dia duduk karena kecapaian perjalanan jauh. Dia duduk di bawah pohon kelapa, ketika itu pohon itu

Asal usul kota batang



Batang berasal dari kata= Ngembat- Watang yang berarti mengangkat batang kayu. Hal ini diambil dari peristiwa kepahlawanan Ki Ageng Bahurekso, yang dianggap dari cikal bakal Batang. Adapun riwayatnya diungkapkan sebagai berikut:
 
Konon pada waktu Mataram mempersiapkan daerah- daerah peratanian untuk mencukupi persediaan beras bagi para prajurit Mataram yang akan mengadakan penyerangan ke Batavia, Bahurekso mendapat tugas membuka hutan Roban untuk dijadikan daerah pesawahan. Hambatan dalam pelaksanaan tesebut ternyata cukup banyak. Para pekerja penebang hutan banyak yang sakit dan mati karena konon diganggu oleh jin, setan peri prayangan, atau siluman- siluman penjaga hutan Roban, yang dipimpin raja mereka Dadungawuk. Namun berkat kesaktian Bahurekso,

JAKA BAHU



Pada jaman  dahulu,  Sultan Agung menyuruh puteranya Jaka Bahu untuk membuka hutan, Alas Roban.  Jaka Bahu melaksanakan tugas tersebut.  Karena ada yang mengganggu Jaka Bahu ketika sedang membabad hutan, ia bertapa untuk mencari sebabnya.  Akhirnya ia tahu yang mengganggu adalah lelembut yang di pimpin oleh Dadungawuk.  Selanjutnya terjadi perang antara Dadungawuk dengan prajurit Jaka Bahu.  Dadungawuk dapat dikalahkan dan berjanji tidak akan mengganggu Jaka Bahu dan prajuritnya.  Lalu pembukaan hutan itu menjadi lancar.
Jaka Bahu melanjutkan pembukaan Alas Roban ke arah barat hingga sampai di sungai yaitu sungai kramat.  Jaka Bahu berpikir untuk membuat bendungan di sungai untuk mengairi sawah.   Air bendungan itu kadang mengalir kecil, kadang juga deras. Hingga suatu ketika bendungan itu jebol. Jaka Bahu mencari penyababnya.  Ternyata ada tiang perahu besar yang melintangi bendungan. Prajurit Jaka Bahu tidak ada yang bisa menyingkirkan tiang itu.  Kemudian Jaka Bahu melakukan semedi di pinggir sungai agar mendapat kekuatan untuk dapat menyingkirkan tiang perahu tersebut. 
Waktu itu malam Jumat Kliwon. Ketika fajar, Jaka Bahu mendapat kekuatan sesuai yang diharapkan.  Jaka Bahu dapat menyingkirkan perahu itu dan mematahkannya.

BABAT PEKALONGAN DAN LEGENDA BAHU REKSO



Di kisahkan tentang negri mataram (mataram islam 1613-1645) yang damai dan sejahtera pada masa kepemimpinan raja SULTAN AGUNG HANYONGKRO KUSUMO yang kekuasaanya mencakup seluruh pulau jawa, sumatra, bali dan pulau pulau lainnya.
Pada waktu itu bangsa belanda dan portugis telah masuk dan menginjakkan kaki di tanah jawa, karena belanda masuk pada tahun 1596.Yang tepatnya semenjak kerajaan demak belnada sudah ada di tanah jawa.
Babat tanah PEKALONGAN bermula dari kisah seorang pemuda yang bernama JOKO BAHU putra tunggal KI-AGENG CEMPALUK yang ingin mengabdikan diri di kerajaan mataram.Dia "joko bahu" berasal dari sebuah desa kecil yang bernama kesesi atau asal dari kata "kasisian" yang artinya pengasingan. Karena Ki ageng cempaluk adalah punggawa mataram yang karena kesalahan apa lalu dia diasingkan dan membangun padepokan didesa tersebut. Yang letaknya antara lain di hulu kali comal. Konon kesaktian ki cempaluk ini sudah terdengar lama dan menjadi buah bibir di kraton mataram.Maka tanpa banyak pertimbangan sultan agung menerima bakti joko bahu
Namun sudah menjadi sarat mutlak, setiap prajurit yang hendak mengabdi kepada negara harus melalui tiga tahap pendadaran atau uji kesetiaan pada negara terlebih dahulu.Termasuk kemampuan mengatasi masalah dan olah keprajuritannya.